Accomplishment of “The Silent Corner” Blog in 2012, toward 2013!


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

4,329 films were submitted to the 2012 Cannes Film Festival. This blog had 52,000 views in 2012. If each view were a film, this blog would power 12 Film Festivals

Click here to see the complete report.

Advertisements

Sukses Ujian Semester di Bangku Kuliah


Suasana Belajar Group Discussion
Suasana Belajar Group Discussion di A 309

Bagi setiap mahasiswa, ujian semester dianggap sebagai momen yang sangat menebarkan sekaligus sebagai sebuah tahap di mana kemampuan dan kemajuan mereka belajar selama satu semester diuji. Pola pengujian yang dilakukan oleh dosen bisa berbeda-beda, tergantung kepada hakikat dan isi materi mata kuliah yang diajarkan. Jika mata kuliah bersifat content (isi), maka pola ujian lebih dominan berupa penguasaan materi, dengan pertanyaan senada dengan what (apa), when (kapan), where (di mana), dan who (siapa). Jika mata kuliah bersifat analysis atau terapan (applied) dari sebuah konsep, maka pola pengujian lebih dominan berupa why (mengapa) dan how (bagaimana). Apapun jenis pertanyaan dan pola ujian yang akan dihadapi, mahasiswa seharusnya sudah siap untuk menghadapinya jauh hari sebelum ujian semester dilaksanakan. Pada dasarnya, ujian semester dilaksanakan untuk menguji seberapa jauh kemampuan mahasiswa memahami, menerapkan, atau mengaplikasikan konsep yang telah diajarkan ke konteks yang sesuai dan yang telah diajarkan sesuai dengan bidang studi yang dipelajari.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar sukses di dalam menghadapi ujian semester. Hal tersebut antara lain (Hamalik, 1991: 159-160):

Perihalah kondisi kesehatan badan karena kondisi badan merupakan kunci untuk mampu belajar secara efisien dan efektif.

Hal yang satu ini sering disepelekan. Kesehatan dianggap sebagai suatu hal wajar sehingga pola serta gaya hidup yang diterapkan menjadi tidak sehat. Alih-alih ingin nilai tinggi, waktu yang dimiliki selama satu malam sebelum ujian, dihabiskan untuk kegiatan selain belajar. Selain itu, ditambah pula dengan mengkonsumsi makanan yang banyak lemak, tinggi zat gula, serta bergadang, bisa menyebabkan kondisi kesehatan menjadi buruk. Pada saat ujian berlangsung, kondisi otak sedang membutuhkan energi yang maksimal berikut dengan kondisi tubuh yang fit dan sehat. Sesuai dengan pepatah, mensana in corpore sano, yang artinya bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat otak yang cerdas. Jika ingin sukses dalam belajar dan berprestasi tinggi, tentu kondisi badan dan kesehatan perlu dijaga. Bagi laki-laki, hindari merokok, meminum minuman keras, dan melakukan aktifitas di malam hari secara berlebihan. Bagi perempuan, hindari berfikir hal-hal yang tidak perlu karena hal ini hanya akan menyita pikiran.

Binalah kesehatan mental yang baik

Cara berfikir yang baik sejalan dengan kesehatan mental yang baik. Mental yang baik tidak serta merta dimiliki oleh orang yang kesehatannya baik. Mental yang baik berkaitan dengan cara berfikir seseorang. Istilah yang populer di kalangan anak muda zaman sekarang ini adalah positive thinking, di mana pola seorang pelajar berfikir bersifat positif dan memiliki sifat-sifat yang membangun, seperti jujur, sportif, penuh semangat, motivasi tinggi, mampu bekerja sama dan lain sebagainya. Untuk memiliki mental yang baik sebelum ujian, yang harus dilakukan adalah ujian semester dilakukan untuk ‘menguji seberapa jauh’ Anda mengerti dan paham tentang materi yang telah dipelajari. Pertanyaan-pertanyaan yang akan diujikan kepada Anda pasti akan selalu berkaitan dengan materi yang telah dipelajari. Hanya saja, harus siap dengan pola pertanyaan dan test  yang akan diberikan. Menguasai pelajaran akan sangat membantu sekali di dalam mengembangkan sifat mental yang baik.

Belajarlah dan pelajari sebaik mungkin semua bahan yang telah ditentukan untuk diuji, dengan cara:

–          Kuasai bahan catatan kuliah secara baik dan tuntas

Bahan catatan kuliah sangat penting. Jangan pernah coba-coba meminjam catatan teman karena gaya mencatat Anda akan sedikit berbeda dengan teman. Cara yang paling efisien di dalam mengembangkan gaya mencatat adalah pada saat dosen menyampaikan materi pembelajaran di depan kelas, ada baiknya Anda tidak mencatat apa yang ditulis dosen di papan tulis, tapi Anda mencatat pemahaman yang Anda dapat selama kuliah berlangsung. Uraian yang dijelaskan dosen akan selalu keluar di dalam ujian apabila sifat mata kuliahnya adalah  pemahaman. Jika Anda di jurusan eksakta, maka Anda perlu kerja dua kali.Pahami dosen dan catat kata kunci nya sehingga Anda bisa mengembangkannya sendiri di rumah.

–          Pelajari buku-buku wajib yang berkenaan dengan mata kuliah yang bersangkutan

Buku-buku wajib yang digunakan selama kuliah sangat penting Anda baca dan kuasai. Ingat, ‘kuasai’ di sini bukan berarti Anda menghafal isi buku, melainkan memahami poin-poin penting yang dijelaskan di buku. Mulai dengan garis besar terlebih dahulu, dilanjutkan dengan topik-topik spesifik yang dijelaskan di dalam buku penting tersebut. Siapapun dosen yang mengajari Anda, beliau pasti akan mengambil bahan materi ujian dari buku yang digunakan selama kuliah, kecuali mata kuliah yang diajarkannya bersifat penguasaan konsep dan aplikasi dari sebuah prinsip dasar. Maka, agar pemahaman Anda tidak bertentangan dengan apa yang dijelaskan dosen, buku penting tersebut wajib dibaca.

–          Pelajari sumber-sumber penunjang secara teliti

Misalnya, jika mata kuliah yang dipelajari berupa penjabaran isi dari suatu pokok persoalan, seperti Akuntansi Publik, maka akan lebih baik jika Anda bisa menunjang bahan catatan Anda dari buku-buku lainnya. Penulis sendiri pernah kuliah di jurusan sastra. Buku-buku penunjang sastra sangat penting sekali di dalam meningkatkan kualitas dari pembelajaran yang kita lakukan. Dalam hal ini, perpustakaan adalah tempat di mana Anda akan bisa mencari buku-buku penunjang sehingga konsep yang dipelajari dari dosen ditambah dengan buku-buku yang telah dipelajari di perpustakaan akan membuat Anda lebih siap di dalam menghadapi ujian semester. Perlu diingat juga bahwa tujuan dari ujian semester adalah menguji pemahaman Anda dari kasus yang diberikan. Tentu saja, dengan membaca dan berlatih banyak, Anda bisa menjawab soal-soal yang diberikan dengan mudah.

–          Adakan inventarisasi dan identifikasi masalah-masalah, kenyataan-kenyataan, contoh-contoh kongkret, pengalaman praktis, dan informasi yang cocok dengan mata kuliah yang akan diujikan

Metode terakhir ini terkesan sulit bagi seorang pelajar, namun, bagi seorang mahasiswa, melakukan hal ini sangat penting. Identifikasi masalah berkaitan dengan kasus apa saja yang terjadi di masyarakat dewasa ini sehubungan dengan apa yang sedang anda pelajari. Jika anda kurang mengikuti perkembangan berita, besar kemungkinan Anda akan ketinggalan informasi dibandingkan dengan teman-teman Anda yang lainnya. Sementara itu, yang dimaksud dengan kenyataan-kenyataan dan contoh-contoh konkret di sini adalah hal yang benar-benar terjadi di masyarakat yang menjadi contoh utama yang berhubungan dengan topik persoalan di mata kuliah yang Anda pelajari. Misalnya, jika Anda belajar Hukum Dagang, maka, baca berita dan ikuti persoalan yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan permasalah hukum dagang.

Evaluasi sendiri terhadap penguasaan materi ujian

Setelah mengikuti perkuliahan selama satu semester, dan membaca buku-buku penting dan penunjang untuk penguasaan konsep mata kuliah, evaluasi sendiri penting juga untuk dilakukan. Hal ini berarti bahwa apa yang telah Anda pelajari akan perlu Anda ujikan kembali melalui latihan-latihan mandiri dan mengulang kembali membaca atau menguasai konsep-konsep yang telah diajarkan. Materi yang akan diujikan pasti tidak akan berupa pertanyaan yang persis sama dengan yang ada selama kuliah. Tes yang akan diberikan oleh dosen akan berupa pengayaan materi atau pengembangan dari konsep yang telah diajarkan. Tidak akan pernah ada dosen yang memberi ujian bertentangan dengan apa yang telah dipelajari. Oleh sebab itu, mengevaluasi kembali apa yang sudah dipelajari akan membantu menajamkan pemahaman konsep. Intinya, “lanjar kaji karena diulang”. Semakin dilatih dan diulang, akan semakin jelas pula apa yang telah dipelajari.

Semoga sukses di ujian semester!

(Salam Sukses Indonesia!)

Sumber:

DR. Oemar Hamalik. Manajemen Belajar di Perguruan Tinggi. Bandung; Sinar Baru, 1991.

(Catatan: Ide utama diambil dari sumber di atas, sementara pengembangan ide ditulis oleh penulis sendiri karena profesi penulis juga seorang dosen)

The Twentieth Century Literature: 1900-45


History of English Literature

(Written in 2007, published in this blog in 2011)

_____________________________________________________

The Twentieth Century Literature: 1900-45

The Education of Act in 1870 that makes the elementary education compulsory for people in the age of 5 into 13 is the factor of the development of literary public, the rising of popular press, and the mass production of ‘popular’ literature for a semi-literate ‘low-brow’ leadership, that those at the end shows the existence of rapid expansion of unsophisticated literary public at this century. Moreover, the increasing access to literary and to education in general, led to profound changes in the reading public. The ability of writing a letter besides reading ability is the real example of literacy ability in the wartime because 1900-45 is the time when World War I happens.

Characteristics of Twentieth Century Literature:

  1. after 1918, ‘Modern’ defines the effect of literature that are to expand its range, to fragment its solidarity, to enlarge and profoundly change its audience, its forms and its subject matter.
  2. the influence of Sigmund Freud works about ‘unconsciousness’ as a sort of psychological theories among other theories has influenced literary works; therefore, the characteristics of this century is that there are many works of art that are difficult to read because readers have to prepare themselves before reading the works by understanding psychology, anthropology, history and aesthetics to get the meaning and the values of works. It is then, existing the ‘Against Modernism’ as ‘Modernism’ is the key concept of this era that means to battle the chaotic writings.

Poetry, Novels, and Drama

Read More »

Jangan Membanding-bandingkan


Jangan Membanding-bandingkan

Tulisan di bawah ini disadur dari Hooper (1995: 31-34)

Dunia mungkin menjadi tempat yang lebih baik, apabila satu kata dihapuskan dari kamus kita. Dan kata itu adalah “membandingkan”, dengan segala variasinya. Saya petik definisi kata tersebut dari dua kamus terkenal: “menjadi sebaik seperti…”; “mengetengahkan bersama-sama dengan maksud melihat hal-hal yang sama dan berbeda.”

Kata tersebut bertanggungjawab atas ribuan, bahkan jutaan orang yang hidup dalam bayang diri negatif. Merasa diri berbeda dengan orang lain, bermula saat Anda mulai belajar di sekolah. Bila Anda dikaruniai kakak, mungkin bermula sebelum Anda belajar bicara atau berjalan.

“Mengapa kamu tidak dapat menjadi anak yang baik, seperti kakakmu?” “Mengapa nilai rapormu jelek, tidak seperti kakakmu?!” “Kakakmu menjadi bintang kelas, dan kamu tidak berusaha untuk mencobanya!”

Read More »