Allah SWT menanyai Orang yang Membiarkan Kemungkaran


Banyak kejadian di dalam kehidupan kita manusia yang terjadi. Kejadian tersebut bisa berupa fenomena yang baik, namun bisa juga dalam bentuk fenomena yang tidak baik. Fenomena yang baik adalah fenomena yang tentunya tidak bertentangan dengan kepercayaan serta iman dan aqidah yang ada di dalam ajaran agama Islam. Sementara itu, fenomena yang tidak baik adalah fenomena hidup di dunia yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, serta boleh jadi bertentangan dengan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW melalui Sunnah beliau.

Memasuki tahun 2021, hingga seterusnya, pemahaman agama sangat diperlukan, terutama bagi umat Islam. Kesibukan di dunia, materialistis, mengejar prestise, berlomba-lomba dalam hal kemashlahatan di dunia, pada dasarnya tidak salah, namun apabila berlebih-lebihan, maka hal itu yang sebenarnya dikhawatirkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Saya tertarik dengan pemaknaan kata zhalim. Dulu, ketika saya masih duduk di bangku sekolah, baik itu di tingkat sekolah dasar, maupun sekolah menengah pertama hingga lanjut ke sekolah menengah atas, konsep zhalim pada hakikatnya tidak begitu saya pahami. Bila seseorang berlaku buruk, atau tidak adil, atau memperlakukan orang lain tidak pada tempatnya, maka orang lain tersebut bisa diberi label sebagai orang jahat. Setelah duduk di bangku kuliah, lalu kemudian masuk ke dunia kerja, baru saya mengenal istilah kata zhalim. Kosakata ini berasal dari Bahasa Arab.

Hal yang menarik dan perlu untuk dipahami lebih lanjut adalah orang-orang yang berada di sekitar orang-orang yang zhalim. Bila perbuatan zhalim memang telah dilaknat oleh Allah SWT, maka ternyata orang-orang yang berada di sekitar orang-orang yang zhalim, ternyata juga mendapat perhatian khusus dari Allah SWT. Di salah satu buku pemahaman yang berkaitan dengan agama Islam, saya menemukan sebuah penjelasan yang menarik. Berikut ini adalah salinan dari buku yang saya baca:

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya pada Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menanyai seorang hamba. Bahkan, Allah SWT akan bertanya, ‘Ketika melihat kemungkaran, kenapa kamu tidak mengingkarinya?’ Dan jika Allah SWT berkenan mengajarkan Hujjah-Nya kepada seorang hamba, ia akan menjawab, ‘Tuhan, demi mengharapkan Engkau, aku rela meninggalkan manusia’”

Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Faryabi, dari Sufyan, dari Zaid, dari Amr bin Marrah, dari Abul Bukhturi, dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah salah seorang kamu meremehkan dirinya sendiri. Jika ia melihat perintah yang harus dibela namun ia diam saja, maka pada Hari Kiamat kelak ia akan ditanya oleh Allah SWT, ‘Ketika melihat ini dan ini, kenapa kamu diam saja?’ Ia menjawab, ‘Tuhanku, aku takut pada manusia’ Allah SWT berfirman, ‘Aku saja yang seharusnya kamu takuti’”

Diriwayatkan oleh al-Hafizh Abu Nu’aim, dari Abdullah bin Muhammad bin Ja’far, dari Abdullah bin Muhammad bin Zakaria, dari Ismail bin Amr, dari Mundil, dari Asad bin Atha’, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah salah seorang kamu hanya diam berdiri menyaksikan seseorang dipukul secara zalim, karena laknat akan turun dari langit menimpa orang yang hadir melihat insiden itu namun tidak mau mencegahnya. Janganlah salah seorang kamu hanya diam berdiri menyaksikan seseorang yang dibunuh secara zalim, karena laknat akan turun dari langit menimpa orang yang hadir menyaksikannya peristiwa itu namun tidak mau mencegahnya”

Sumber:

Bab 101. Allah SWT menanyai Orang yang membiarkan Kemungkaran.

Imam Al-Qurthubi. (2013). Mengungkap Rahasia Kematian, Alam Akhirat dan Kiamat. Terj. Drs. Muhammad Subhan. Surakarta: Insan Mulia, hal. 307-308

Berdasarkan uraian dari salinan di atas, maka jelas bahwa perbuatan membiarkan kemungkaran termasuk ke dalam perbuatan yang tidak sejalan dengan ajaran agama Islam. Membiarkan dan mendiamkan perbuatan mungkar benar-benar dilarang oleh Allah SWT.

Semoga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang membiarkan kemungkaran terjadi.  Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang benar, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT.     

Comments or Feedback

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s