Bahasa Digital dan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional


Era informasi teknologi saat ini (2019 ke depan) akan membutuhkan kondisi kepekaan berbahasa secara digital bagi rakyat Indonesia, terutama bagi mereka yang sedang menuntut ilmu baik di tingkat dasar, menengah, atau perguruan tinggi. Meskipun hal ini adalah sebuah terobosan yang baik untuk perkembangan Indonesia, namun tentu ada beberapa tantangan dan kendala yang cukup signifikan untuk kita cermati. Salah satu tantangan tersebut adalah penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Selain itu, bahasa Inggris juga bahasa yang lazim digunakan di ranah atau konteks perdagangan internasional.

Sebagai salah satu negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih diharapkan untuk berbenah diri di dalam menghadapi tuntutan seperti hal di atas. Kesiapan Indonesia untuk menghadapi era informasi teknologi tidak akan terlepas dari unsur kepemimpinan yang ada di Indonesia. Setiap keputusan yang diambil dan ditetapkan oleh para pemimpin di Indonesia, termasuk keputusan yang diambil oleh Presiden, MPR, DPR, dan Mahkamah Agung, misalnya, akan sangat mempengaruhi jalannya kestabilan negara dan bangsa Indonesia perihal penggunaan teknologi informasi. Untuk itu, perlu dikembangkan sikap technology awareness (kepekaan teknologi) bagi peserta didik Indonesia, dan pada saat yang sama, mereka juga perlu mengembangkan sikap international language awareness (kepekaan bahasa internasional) pada saat mereka berkomunikasi dengan alat digital.

Salah satu contoh adanya penggunaan Bahasa Digital di dalam bisnis, dapat dilihat di sini: http://bl.id/a/m6GVzr9

Di link tersebut, dapat kita perhatikan bahwa Bahasa Indonesia telah mengalami proses digitalisasi. Bahkan, pengunjung situs pun bisa menerjemahkan bahasa di situs tersebut ke dalam Bahasa Inggris hanya dengan meng-click tombol Translate.

Untuk menambah bahan koleksi tentang Bahasa Digital, anda bisa membaca daftar-daftar buku di bawah ini yang recommended tentang Bahasa Digital (silahkan di-click untuk pratinjau buku tersebut):

Lalu, apa kaitannya dengan anda selaku kaum intelektual? Sebagai mahasiswa, pendidik, atau guru, tentu anda peduli dengan kondisi dan situasi bangsa Indonesia. Beberapa media massa senantiasa menyebut istilah “Revolusi Industri 4.0” Pada kenyataannya, tidak banyak dari rakyat Indonesia yang aware (peka) akan hal ini dan mereka lebih mengutamakan kesejahteraan hidup daripada memikirkan atau bekerja untuk sesuatu hal yang abstrak.

Untuk itu, melalui postingan ini, saya mengajak siapa saja yang termasuk ke dalam kelompok pelajar, mahasiswa, pendidik (dosen), atau guru, untuk dapat berbagi pendapat atau opini mereka tentang fenomena Bahasa Digital dan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional. Pendapat atau Opini yang disampaikan boleh dengan menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Silahkan pendapat atau opini anda dituliskan di bagian komentar yang telah disediakan di bahwa ini.

Yuk, mari kita berdiskusi. Diskusi ini bersifat terbuka dan tidak ada kaitannya dengan suhu politik Indonesia saat ini (menjelang Pemilu 2019). Diskusi ini murni tentang Fenomena Sosial berupa Bahasa Digital dan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional dari sudut pandang kelompok terpelajar yang ada di Indonesia.

=====================

Silahkan tulis pendapat, opini, komentar, atau masukan dari anda tentang Bahasa Ditigital dan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional di era Indutri 4.0 saat ini, dan proyeksinya ke depan. Atas masukan, pendapat, opini, atau komentarnya, saya ucapkan terima kasih.

Mohon dituliskan komentarnya dengan mengikuti format berikut:

Nama:

Peran: Pelajar / Mahasiswa / Guru/ Dosen

Institusi / Instansi / Sekolah / Universitas:

Tanggapan / Komentar / Opini:

Jika anda berkenan, anda boleh memberikan tanggapan terhadap komentar / opini yang ditulis oleh pembaca sebelumnya. Terima kasih.

Advertisements

2 thoughts on “Bahasa Digital dan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional

  1. Hi Syayid,
    Sebagai sesama Fulbrighter yang juga tertarik dengan peran teknologi dalam pembelajaran bahasa, ijinkan saya memberikan opini saya sebagai berikut:
    Menurut saya, tidak terelakkan bagi orang Indonesia untuk belajar bahasa-bahasa asing, terutama Bahasa Inggris. Bahasa Inggris akan tetap menjadi bahasa utama di Internet selama tidak terjadi perubahan lanskap Internet saat ini. Walaupun katanya ada Revolusi Industri 4.0, nyatanya perkembangan Internet masihlah di Web 2.0. Yang digadang-gadang sebagai Web 3.0 (Semantic Web atau intelligent web) masihlah sangat terbatas wujud dan aksinya. Ini selama korporasi-korporasi besar perusahaan teknologi masih dikuasai oleh negara-negara Barat (Amerika Serikat terutama). Saya melihat hanya China yang berusaha beda (mereka punya mesin pencari dan media sosial sendiri). Yang ironis, ketika orang China keluar (untuk studi misalnya), mereka tetap harus ikut arus besar (punya akun FB, Gmail, dlsb.).
    Memang ada kemajuan di bidang penerjemahan elektronik, dengan makin bagusnya Google Translate misalnya. Saya amati juga ada beberapa gawai portabel yang bisa menerjemahkan beberapa bahasa. Namun agregatnya tetaplah input dari pemakai. Tidak ada yang bisa mengalahkan Google saat ini untuk input tersebut. Asalkan input baik dan benar, outputnya juga cukup bagus (tidak GIGO lagi. Garbage In, Garbage Out). Tapi tetap saja ada kelemahan-kelemahan dari penerjemah elektronik, seperti kata-kata yang tidak baku atau jarang dan kata, frasa, atau kalimat yang mempunyai beberapa makna. Saya tidak tahu apakah dengan makin baiknya mesin ini apakah minat orang Indonesia untuk belajar bahasa asing makin menurun atau malah sebaliknya. Menarik untuk diteliti mungkin. Yang saya tahu adalah masih sedikitnya sumber-sumber yang terkait dengan pendidikan digital dalam Bahasa Indonesia di Internet. Sepertinya buku-buku juga begitu.
    Yang terakhir adalah sangat pentingnya pendidikan literasi digital buat bangsa Indonesia. Saya melihat masih minimnya hal tersebut. Dukungan pemerintah juga sangat kurang. Literasi digital ini mencakup banyak hal, mulai dari kemampuan mengoperasikan alat-alat digital/teknologi sampai dengan kemampuan kritis untuk menilai suatu sumber digital.
    Semoga opini saya ini bermanfaat.

    Like

    • Saya sepakat dengan yang mas David sampaikan. Pendidikan generasi bangsa dengan konsep literasi digital dirasa sangat perlu tidak saja untuk saat ini namun juga perkembangan Indonesia seterusnya.

      Like

Comments or Feedback

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s